Selamat Datang
Jumat, 05 November 2021
Sabtu, 10 Januari 2015
PENERAPAN ALGORITMA DES (DATA ENCRYPTION STANDARD) DAN BLOWFISH UNTUK KEAMANAN DATA PADA RANCANGAN APLIKASI NOTE DIARY BERBASIS ANDROID
PENERAPAN
ALGORITMA DES (DATA ENCRYPTION STANDARD) DAN
BLOWFISH UNTUK KEAMANAN DATA PADA RANCANGAN APLIKASI NOTE DIARY BERBASIS
ANDROID
Ade Firmansyah
Teknik
Infromatika, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Budi Luhur
Jl. Raya
Ciledug, Petukangan Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12260
Telp. (021)
5853753, Fax. (021) 5866369
E-mail : adefirmansyah03@gmail.com
ABSTRAK
Menulis diary atau buku
harian merupakan menulis ulang kegiatan
atau kejadian yang dialami sehari-hari
untuk mengungkapkan perasaan. Fungsi diary adalah sebagai kenangan masa-masa
yang pernah kita alami atau sebagai moment/sejarah. Menulis buku harian memang
cukup digemari banyak orang, terutama wanita yang memilih buku sebagai tempat
mencurahkan perasaan atau menceritakan kejadian setiap harinya. Pada
perkembangannya, seluruh orang di dunia juga menjadikan menulis di buku harian
suatu kebiasaan maupun kegiatan harian. Namun seiring perkembangan zaman,
menulis buku harian pada lembar kertas-kertas semakin ditinggalkan. Hal ini
juga dipengaruhi oleh berkembangnya teknologi dimana banyak orang yang sekarang
lebih memilih untuk menulis di dalam media sosial hingga blog maupun gadget
pribadi dari pada buku atau media kertas. Tetapi dengan menulis di dalam media
sosial maka kerahasiaan data tingkatannya sangat lemah, sangat rentan untuk
diketahui oleh seseorang. Diary bersifat personal, artinya milik pribadi yang
tidak boleh diketahui orang lain jika tidak mendapatkan izin dari pemiliknya.
Tugas akhir ini bertujuan untuk membuat
sebuah aplikasi note diary. Aplikasi ini dilengkapi dengan metode enkripsi dan
deskripsi sebagai salah satu solusi dari masalah diatas. Enkripsi dilakukan pada proses menyimpan data berupa
text, proses ini akan mengubah suatu
data asli menjadi data rahasia yang tidak dapat dimengerti kemudian di dimpan
ke dalam basis data. Deskripsi dilakukan pada proses membaca data dan
kunci yang digunakan ketika menyimpan data tersebut dan menampilkan kembali
text yang asli. Algoritma untuk enkripsi dan deskripsi yang digunakan yaitu
algoritma DES (Data Encryption
Standard)) dan Blowfish.
Kata Kunci : diary,
kriptografi, DES, Blowfish, enkripsi, deskripsi
1.
PENDAHULUAN
Perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi sangat cepat dan pesat. Secara tidak
langsung, teknologi informasi telah menjadi bagian penting dari berbagai bidang
kehidupan. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi maka sangat di perlukan
sebuah keamanan data terhadap kerahasiaan informasi yang bersifat pribadi
seperti halnya buku diary.
Oleh
karena itu untuk penulis membuat note diary berbasis android menggunakan
algoritma kriptografi DES (Data Encryption Standard) dan Blowfish untuk
proses enkripsi dan dekripsi data agar informasi tersebut dapat terjaga
keamanannya.
DES (Data Encryption Standard)
merupakan algoritma cipher blok yang popular karena dijadikan standar
algoritma enkripsi kunci-simetri. Sebenarnya DES adalah nama standar
enkripsi simetri, nama algoritma enkripsinya sendiri adalah DEA (Data
Encryption Algorithm), namun nama DES lebih popular dari pada DEA.
Sedangkan
Blowfish merupakan algoritma kunci simetrik cipher blok yang dirancang pada
tahun 1993 oleh Bruce Schneier untuk
menggantikan DES. Schneier
menyatakan bahwa blowfish bebas paten dan akan berada pada domain publik.
Dengan pernyataan Schneier tersebut blowfish telah mendapatkan tempat di dunia
kriptografi, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan algoritma kriptografi
yang cepat, kuat, dan tidak terhalang oleh lisensi. Dari latar belakang di atas penulis mencoba
untuk membuat rancangan keamanan data dengan menggunakan algoritma
kriptografi DES dan Blowfish,
dengan mengambil judul “PENERAPAN ALGORITMA DES (DATA ENCRYPTION
STANDARD) DAN BLOWFISH UNTUK KEAMANAN DATA PADA RANCANGAN APLIKASI NOTE DIARY
BERBASIS ANDROID”.
Melihat
latar belakang diatas dapat dirumuskan suatu permasalahan yang dihadapi, yaitu sebagai
berikut:
a. Bagaimana mengamankan
isi diary yang berbentuk teks dari
orang yang tidak mempunyai hak akses dengan cara mengimplementasikan dua
algortima yaitu algoritma DES (Data Encryption Standard) dan Blowfish ?
b.
Bagaimana mengembalikan
data yang sudah dilakukan enkripsi menjadi data awal tanpa mengalami perubahan kata?
Agar
tidak meluasnya pembahasan, maka diberikan beberapa batasan masalah, yaitu
sebagai berikut:
a.
Enkripsi
dan dekripsi disini hanya untuk input text.
b.
Algortima
kriptografi yang digunakan yaitu algoritma DES (Data Encryption Standard)
dan Blowfish.
c.
Bahasa
pemrograman yang digunakan yaitu Java.
2.
LANDASAN
TEORI
2.1
PENDAHULUAN
Kata kriptografi berasal dari bahasa Yunani, “kryptós” yang berarti tersembunyi dan “gráphein” yang berarti tulisan. Sehingga kata kriptografi dapat diartikan berupa frase “tulisan tersembunyi”. Menurut Request for Comments (RFC), kriptografi merupakan ilmu matematika yang berhubungan dengan transformasi data untuk membuat artinya tidak dapat dipahami (untuk menyembunyikan maknanya), mencegahnya dari perubahan tanpa izin, atau mencegahnya dari penggunaan yang tidak sah. Jika transformasinya dapat dikembalikan, kriptografi juga bisa diartikan sebagai proses mengubah kembali data yang terenkripsi menjadi bentuk yang dapat dipahami. Artinya, kriptografi dapat diartikan sebagai proses untuk melindungi data dalam arti yang luas (Oppliger, 2005)[1].
Dalam kamus bahasa Inggris Oxford diberikan
pengertian kriptografi sebagai berikut :
“
Sebuah teknik rahasia dalam penulisan, dengan karakter khusus, dengan
mengguanakan huruf dan karakter di luar bentuk aslinya, atau dengan
metode-metode lain yang hanya dapat dipahami oleh pihak-pihak yang memproses
kunci, juga semua hal yang ditulis dengan cara seperti ini.”
Jadi, secara
umun dapat diartikan sebagai seni menulis atau memecahkan cipher (Talbot
dan welsh, 2006)[2].
Menezes, Oorschot dan Vanstone (1996) [3]
menyatakan bahwa kriptografi adalah suatu studi teknik matematika yang
berhubungan dengan aspek keamanan informasi seperi kerahasiaan, integritas
data, otentikasi entitas dan otentikasi keaslian data. Kriptografi tidak hanya
berarti penyediaan keamanan informasi, melainkan sebuah himpunan teknik-teknik.
2.2 SEJARAH KRIPTOGRAFI
Kriptografi mempunyai sejarah yang
panjang dan menakjubkan. Informasi yang lengkap mengenai sejarah kriptografi
dapat ditemukan di dalam buku David Kahn yang berjudul The Codebreakers.
Buku yang tebalnya 1000 halaman ini menulis secara rinci sejarah kriptografi
mulai dari penggunaan kriptografi oleh Bangsa Mesir 4000 tahun yang lalu
(berupa hieroglyph yang terdapat pada piramid) hingga penggunaan
kriptografi pada abad ke-20.
Secara historis ada empat kelompok yang
berkontribusi terhadap perkembangan kriptografi, dimana mereka menggunakan
kriptografi untuk menjamin kerahasiaan dalam komunikasi pesan penting, yaitu
kalangan militer (termasuk intelijen dan mata-mata), kalangan diplomatik,
penulis buku harian, dan pencinta (lovers). Di antara keempat kelompok
ini, kalangan militer yang memberikan kontribusi paling penting karena
pengiriman pesan di dalam suasana perang membutuhkan teknik enkripsi dan
dekripsi yang rumit.
Kriptografi juga digunakan untuk tujuan
keamanan. Kalangan gereja pada masa awal agama Kristen menggunakan kriptografi
untuk menjaga tulisan relijius dari gangguan otoritas politik atau budaya yang
dominan saat itu. Mungkin yang sangat terkenal adalah “Angka si Buruk Rupa (Number
of the Beast) di dalam Kitab Perjanjian Baru. Angka “666” menyatakan cara
kriptografi (yaitu dienkripsi) untuk menyembunyikan pesan berbahaya, para ahli
percaya bahwa pesan tersebut mengacu pada Kerajaan Romawi.
Di India, kriptografi digunakan oleh
pencinta (lovers) untuk berkomunikasi tanpa diketahui orang. Bukti ini
ditemukan di dalam buku Kama Sutra yang merekomendasikan wanita
seharusnya mempelajari seni memahami tulisan dengan cipher. Pada Abad
ke-17, sejarah kriptografi mencatat korban ketika ratu Skotlandia, Queen Mary,
dipancung setelah surat rahasianya dari balik penjara (surat terenkrpsi yang
isinya rencana membunuh Ratu Elizabeth I) berhasil dipecahkan oleh seorang
pemecah kode (Munir, 2006)[4].
Seperti
yang telah disebutkan di atas bahwa kriptografi umum digunakan di kalangan
militer. Pada Perang Dunia ke II, Pemerintah Nazi Jerman membuat mesin enkripsi
yang dinamakan Enigma. Mesin yang menggunakan beberapa buah rotor (roda
berputar) ini melakukan enkripsi dengan cara yang sangat rumit. Namun Enigma
cipher berhasil dipecahkan oleh pihak Sekutu dan keberhasilan memecahkan Enigma
sering dikatakan sebagai faktor yang memperpendek perang dunia ke-2
(Churchhouse, 2004) [5].
Dimulai
dari usaha Feistel dari IBM di awal tahun 70-an dan mencapai puncaknya pada
1977 dengan pengangkatan DES (Data Encryption Standard) sebagai standar
pemrosesan informasi federal Amerika Serikat untuk mengenkripsi informasi yang
belum diklasifikasi. DES merupakan mekanisme kriptografi yang paling dikenal
sepanjang sejarah.
Pengembangan
paling mengejutkan dalam sejarah kriptografi terjadi pada 1976 saat Diffie dan
Hellman mempublikasikan ”New Directions in Cryptography”. Tulisan ini
memperkenalkan konsep revolusioner kriptografi kunci publik dan juga memberikan
metode baru untuk pertukaran kunci, keamanan yang berdasar pada kekuatan masalah
logaritma diskret. Meskipun Diffie dan Hellman tidak memiliki realisasi praktis
pada ide enkripsi kunci publik saat itu, idenya sangat jelas dan menumbuhkan
ketertarikan yang luas pada komunitas kriptografi.
Pada
1978 Rivest, Shamir dan Adleman menemukan rancangan enkripsi kunci publik yang
sekarang disebut RSA. Rancangan RSA berdasar pada masalah faktorisasi bilangan
yang sulit, dan menggiatkan kembali usaha untuk menemukan metode yang lebih
efisien untuk pemfaktoran. Tahun 80-an terjadi peningkatan luas di area ini,
sistem RSA masih aman. Sistem lain yang merupakan rancangan kunci publik
ditemukan oleh Taher ElGamal pada tahun 1984. Rancangan ini berdasar pada
masalah logaritma diskret.
Salah
satu kontribusi penting dari kriptografi kunci publik adalah tanda tangan
digital. Pada 1991 standar internasional pertama untuk tanda tangan digital
diadopsi. Standar ini berdasar pada rancangan kunci publik RSA. Pada 1994
pemerintah Amerika Serikat mengadopsi Digital Signature Standard, sebuah
mekanisme kriptografi yang berdasar pada algoritma ElGamal
2.3
SKEMA
ENKRIPSI KUNCI SIMETRIK
Dalam sistem
kriptografi skema enkripsi kunci simetrik, kunci yang digunakan untuk proses
enkripsi dan proses dekripsi adalah sama atau simetrik. Suatu plaintext
dienkripsi dengan menggunakan suatu algoritma dan kunci sehingga dihasilkan
suatu chipertext. Kemudian chipertext tersebut disimpan atau
dikirim ke pihak lain. Selanjutnya untuk mendapatkan kembali plaintext dari chipertext dengan menggunakan algoritma dan kunci yang sama.
Karena kuncinya
sama, ketika data atau informasi digunakan untuk dua atau lebih pengguna, maka
masing-masing pengguna yang berkepentingan terlebih dahulu harus setuju
terhadap algoritma dan kunci yang digunakan. Setiap pengguna yang terlibat
harus saling menaruh kepercayaan untuk tidak membocorkan kunci yang telah
disepakati.
Dalam aplikasinya, skema kunci simetrik
akan efektif jika pihak pengguna terbatas, namun menjadi tidak efektif ketika
pihak pengguna telalu banyak. Ketika pihak pengguna telalu banyak, diperlukan
produksi kunci yang banyak pula untuk di distribusikan ke masing-masing
pengguna.
Kunci yang dihasilkan oleh suatu sistem
manajemen kunci. Manajemen dan distribusi kunci merupakan persoalan yang paling
utama ketika skema enkripsi simetrik digunakan oleh pihak begitu banyak, karena
tingkat keamanannya menjadi sangat menurun. Beberapa kelemahan yang terdapat
pada skema enkripsi simetrik adalah:
1)
Kunci
harus terdistribusi dengan aman.
2)
Jika
kunci hilang atau dapat diketahui atau ditebak oleh pihak yang tidak berhak,
sistem kriptografi ini tidak aman lagi.
3)
Jika
ada n pengguna maka dibutuhkan jumlah kunci sebanyak n(n-1)/2 kunci. Untuk
jumlah yang besar sistem kriptografi ini menjadi tidak efisien lagi, sebagai
contoh : jika ada 1000 pengguna maka dibutuhkan jumlah kunci kira-kira sebanyak
500.000 kunci untuk diubah dan dipelihara secara aman.
Keuntungan dari
skema enkripsi kunci simetrik ini adalah
lebih cepat dalam melakukan prosesnya dibandingkan terhadap skema kunci
asimetrik. Keuntungan inilah yang menjadi alasan mengapa skema ini masih banyak
digunakan sekalipun diakui kurang aman dibandingkan dengan kunci asimetrik.
Contohnya skema
enkripsi kunci simetrik antara lain : DES (Data Encryption Standard), IDEA
(International Data Encryption Algorithm), FEAL, RC5.
Gambar 2.1
Model Kriptografi Simetrik
2.4
SKEMA ENKRIPSI
KUNCI ASIMETRIK
Dalam kriptografi skema kunci simetrik,
semua pihak pengguna mengetahui dan menggunakan kunci yang sama, yang digunakan
untuk keperluan enkripsi dan dekripsi. Sebagaimana telah disebutkan pada bagian
sebelumnya skema ini memiliki persoalan mendasar dalam manajemen kuncinya untuk
memecahkan masalah ini, Whitfield Diffie dan Martin Hellman memperkenalkan
konsep kriptografi kunci publik (kunci asimetrik) pada tahun 1976
Sistem kriptografi kunci publik
mempunyai dua penggunaan utama, yaitu untuk enkripsi dekripsi dan tanda tangan
digital (digital signature). Dalam
sistem ini, digunakan sepasang kunci, kunci pribadi (private key), dan kunci publik dipublikasikan untuk umum sedangkan
kunci pribadi dijaga kerahasiaannya oleh pemilik kunci.
Hubungan antara kunci publik dan kunci
pribadi merupakan fungsi satu arah (one
way function). Seseorang dapat mengirim sebuah pesan rahasia dengan hanya
menggunakan kunci publik tetapi pesan ciphertext
hanya dapat didekripsi dengan kunci pribadi oleh penerima pesan. Kriptografi
kunci publik dapat digunakan tidak hanya untuk enkripsi tetapi juga untuk
autentifikasi (digital signature),
dan beberapa teknik yang lain.
Gambar 2.2
Model Kriptografi Asimetrik
Pada gambar diatas diperlihatkan skema
enkripsi kunci publik. Suatu plaintext
dienkripsi dengan menggunakan suatu kunci publik sehingga dihasilkan suatu ciphertext, kemudian ciphertext tersebut disimpan atau dikirim
kepihak lain, untuk mendapatkan kembali plaintext
dari ciphertext yang disimpan atau
diterima dilakukan proses dekripsi terhadap ciphertext
dengan menggunakan kunci pribadi.
Sistem
kriptografi yang menggunakan kunci publik : RSA, Elgamal, Rabin, DSA.
3.
RANCANGAN
SISTEM DAN APLIKASI
Penulis membuat
aplikasi note diary berbasis android menggunakan algoritma kriptografi DES (Data Encryption Standard) dan
Blowfish untuk proses enkripsi dan dekripsi data agar informasi
tersebut dapat terjaga kerahasiaannya. Data Encryption Standard (DES) merupakan algoritma cipher blok
yang popular karena dijadikan standar algoritma enkripsi kunci-simetri. Agar
lebih fleksibel, aplikasi ini dibuat hanya untuk data berjenis teks.Selain itu
aplikasi ini dibuat sangat sederhana agar mudah digunakan dan mudah dipahami
oleh pengguna. Dapat dilihat pada gambar 3.1 dibawah ini, rich picture penerapan pengamanan datadiary di smartphone atau tablet Android.
Gambar 3.1
Rich Picture Penerapan Pengamanan Data Aplikasi Diary
3.1 PERANCANGAN PROGRAM
Program yang dibuat terdiri dari enam form, yaitu form menu
utama, form create new, form list view, form about, form help, dan form read.
Untuk menulis diary,
user harus masuk terlebih dahulu masuk ke menu form create new. Kemudian user
baru bisa membuat sebuah tulisan atau catatan. Setelah tulisan dibuat, user
harus menginput kunci untuk proses enkripsi menggunakan algoritma DES (Data Encryiption Standard) dan Blowfish. Setelah itu data akan disimpan
ke dalam basis data berupa hasil text hasil enkripsi.
Untuk membaca diary, user
harus masuk terlebih dahulu ke menu listview. Kemudian user harus meng-klik
catatan diary yang ingin dibaca,
Selanjutnya user harus menginput key yang digunakan dalam proses enkripsi untuk
proses dekripsinya. Kemudian data text asli akan ditampilkan kembali ke dalam
menu create new.
Gambar 3.2
Alur Rancangan Program
3.2
MODEL DATA RELATIONAL
Tabel 3.1 : Tabel
Diary
Date
|
Topic
|
Body
|
Key
|
3.3 SPESIFIKASI BASIS DATA DIARY
Nama File : diary
Media :
SQLite
Isi : Berisi tentang data
pengguna
Primary Key : Tittle
Struktur :
Tabel 3.2 : Struktur Tabel Diary
Nama Field
|
Tipe
|
Panjang
|
Keterangan
|
Date
|
Date
|
-
|
Tanggal
Catatan
|
Topic
|
Varchar
|
50
|
Judul
Catatan
|
Body
|
Memo
|
500
|
Deskripsi
Catatan
|
Key
|
Varchar
|
8
|
Kunci
|
3.4 FLOWCHART
SISTEM ALGORITMA DATA ENCRYPTION STANDARD (DES)
Sistem algoritma data
encryption standard (DES) ini terdapat tiga proses utama, yaitu proses
inisialisasi kunci internal untuk setiap iterasi, proses enkripsi plaintext menjadi chipertext dan proses dekripsi chipertext
menjadi plaintext.
Gambar 3.20
Flowchart Proses Enkripsi Data Encryption Standard (DES)
Gambar 3.21 merupakan proses dekripsi algoritma DES (Data
Encryption Standard)
Gambar 3.21
Flowchart Proses Dekripsi Data Encryption Standard (DES)
3.5
FLOWCHART SISTEM ALGORITMA
BLOWFISH
Gambar 3.22
Flowchart Proses Enkripsi Blowfish
Gambar 3.23
Flowchart Proses Dekripsi Blowfish
4.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
4.1
TAMPILAN DATABASE HASIL PENYIMPANAN CATATAN
Tampilan di bawah ini adalah tampilan hasil penyimpanan
catatan yang ada dalam database. Hasil penyimpanan berupa teks yang telah
terenkripsi.
Gambar 4.7
Tampilan Database Hasil Penyimpanan Catatan
4.2 ANALISA PROSES ENKRIPSI
Analisa
proses Enkripsi merupakan teks yang akan di enkirpsi dari plaintext menjadi ciphertext.
Tabel 4.1
: Tabel Percobaan Enkripsi
4.3 ANALISA PROSES DEKRIPSI
Analisa
proses dekripsi merupakan hasil teks yang telah di dekripsi dari chipertext ke plaintext.
Dari
hasil percobaan terhadap proses enkripsi dan dekripsi yang telah dilakukan,
dapat diambil kesimpulan yaitu : aplikasi dapat melakukan semua proses dengan
baik. Semua teks yang telah di input dapat di dekripsi kembali tanpa mengalami
perubahan sedikitpun.
5.
KESIMPULAN
Berdasarkan analisa dan penyelesaian
masalah pada bab-bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
a.
Aplikasi
Note Diary dapat mengamankan isi diary berbentuk teks dengan menggunakn
algoritma DES (Data Encryption Standard) dan Blowfish.
b.
Aplikasi
ini dapat mengembalikan data dengan baik tanpa mengalami perubahan.
Pengamanan data
dengan algoritma DES (Data Encryption Standard) dan Blowfish pada rancangan
aplikasi Note Diary ini masih memiliki banyak kekurangan dan diperlukan
pengembangan lebih lanjut guna mencapai hasil pengamanan yang maksimal. Berikut
ini saran yang dijadikan referensi untuk pengembangan pengamanan data pada
aplikasi Note Diary selanjutnya :
a.
Melakukan
kombinasi dengan algoritma lain.
b.
Mengimplementasikan
dengan bahasa pemrograman yang lain.
c.
Menambah
fitur seperti gambar, video, dan sebagainya.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Oppliger, Rolf.
2005. Contemporary Cryptography. USA : Artech House, Inc.
[2] Talbot, Jhon dan Dominic
Welsh. 2006. Complexity and Cryptography. USA : Cambridge University
Press
[3] Menezes, Oorcshot,
and Vanstone. 1996. Handbook of Applied Cryptography. USA : CRC Press,
Inc.
[4] Munir, Rinaldi.
2006. Kriptografi. Bandung : Informatika.
[5] Churchhouse, Robert. 2004. Codes and
Ciphers. USA : Cambridge University Press
Langganan:
Postingan (Atom)
